Pengertian Seni Kriya Tekstil dan Macam-Macamnya

45 views

Kriya berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti mengerjakan. Kata kriya muncul seiring dengan kata karya yang memiliki kesamaan fungsi. Karya seni kriya dibuat dengan tangan atau mesin tradisional bukan mesin industri bahkan komputer. Sedangkan pengertian seni kriya tekstil adalah kerajinan yang berbahan dasar kain. Sejak lama, bangsa Indonesia terkenal dengan pakaian adat yang beragam. Pakaian tersebut dibuat dari kain-kain khusus serta memiliki corak yang merepresentasikan budaya. Selain pakaian, beberapa orang juga menganggap kain sebagai seni yang indah sehingga mereka memajangnya di rumah atau dijadikan sebagai barang koleksi. Mereka yang mengerti seni akan mencari corak atau model kain ke pelosok daerah untuk menemukan karya seni yang unik dan terbatas.

pengertian seni kriya tekstil

Pengertian Seni Kriya Tekstil Batik dan Contohnya

Seni kriya tekstil dibagi menjadi dua kategori utama. Untuk pengertian seni kriya tekstil menekankan bahwa kain adalah media utama seni tersebut. Masyarakat mengenal kain tenun dan kain batik. Seni kain tenun lebih condong ke arah bagaimana kain tersebut dibuat dari kapas, benang, hingga siap digunakan. Sebaliknya, pengertian seni kriya tekstil batik adalah karya seni yang mengolah kain sudah jadi dengan lukisan atau corak tertentu. Jadi tampak jelas perbedaan keduanya dari cara pengrajin menerapkan seni kriya tekstil ke bentuk nyata. Ada beberapa contoh dari kriya batik yang dapat dijadikan referensi untuk mengenal lebih dalam karya seni ini. Sebagaimana yang diketahui, batik layaknya lukisan yang fokus ke tampilan luar tanpa mengecilkan peranan bahan kain.

Pengrajin batik memiliki syarat khusus untuk kain yang akan digunakannya. Selain itu, metode membatik juga bagian dari pengertian seni kriya tekstil. Secara umum, pembuatan kain batik dapat melalui dua cara. Batik cap adalah yang sering dijumpai oleh banyak orang karena prosesnya cepat sehingga dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat. Batik cap memang telah mengadopsi beberapa mesin modern sehingga tidak lagi murni sebagai seni kriya. Untuk membedakan batik hasil industri modern dan rumahan, corak serta kain yang digunakan dapat menjadi patokan. Agar batik cap memiliki nilai estetika tinggi sehingga tidak sekadar menjadi pakaian, pengrajin membuat corak yang hanya diproduksi secara terbatas dan mempunyai hak cipta untuk menghindari peniruan.

Selanjutnya adalah batik tulis. Pembuatannya menggunakan tangan secara manual. Pengrajin membubuhi bahan khusus atau bisa dikenal dengan canting ke kain sesuai pola yang sebelumnya telah digambar. Batik tulis jelas memiliki nilai seni kriya yang lebih tinggi dibanding dengan batik cap. Tidak banyak pengrajin yang mampu membuat batik tulis karena prosesnya lama dan membutuhkan ketekunan yang tinggi. Sebagai bagian dari pengertian seni kriya tekstil, batik tulis adalah representasi seni kriya itu sendiri. Produksinya menggunakan cara tradisional serta keterampilan khusus. Oleh karena itu, harga dari karya seni ini cukup mahal bahkan bisa lebih mahal dari sebuah rumah.