Pengertian Hukum Waris Menurut Ahli

2662 views

Hukum waris secara keseluruhan merupakan bagian dari hukum perdata dan merupakan bagian kecil dari hukum kekeluargaan. Pada dasarnya hukum waris berkaitan erat dengan kehidupan manusia, oleh karena setiap manusia yang ada di dunia ini mengalami peristiwa hukum yang dinamakan kematian.

pengertian hukum waris

Pengertian hukum waris bermacam-macam menurut para ahli, seperti:

  • Soepomo: hukum waris merupakan peraturan-peraturan yang mengatur tentang proses meneruskan dan mengoperkan sesuatu yang tidak berwujud benda dari suatu angkatan manusia kepada turunannya.
  • Ter Haar Bzn: hukum waris adalah suatu hukum berisi aturan-aturan mengenai cara penerusan dan peralihan harta kekayaan baik yang berwujud maupun tidak berwujud dan dari satu generasi ke generasi lain.
  • Santoso Pudjosubroto: hukum waris ialah hukum yang mengatur tata cara perpindahan hak-hak dan kewajiban-kewajiban mengenai harta benda seseorang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian hukum waris ialah kumpulan dari peraturan-peraturan untuk mengatur harta atau kekayaan yang telah ditinggalkan oleh si mati yang kemudian dipindahkan kepada orang-orang yang berhak memperolehnya, baik hubungan antara mereka (keluarga) maupun dengan pihak ketiga.

Selain hukum waris yang kita ketahui, ada juga hukum waris islam dan hukum waris adat. Di mana hukum keduanya (islam dan adat) sangat berbeda dengan hukum waris pada umumnya.

Pengertian Hukum Waris Islam

Pengertian hukum waris islam yaitu hukum yang mengatur proses pembagian harta peninggalan dari seseorang yang sudah meninggal dunia kepada pihak yang ditinggalkan termasuk saudara dan kerabat, berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist. Istilah lain hukum waris adalah ilmu faraidh, fiqh mawaris dan hukum kewarisan.

Ada beberapa pendapat oleh para fuqaha (ahli hukum fiqih) mengenai pengertian hukum waris menurut Islam:

Abdullah Malik Bin As-Sayyid Salim mengatakan bahwa hukum waris islam (ilmu faraidh) adalah ilmu yang mempelajari kaidah fiqih serta ilmu hitung yang berkaitan langsung dengan harta warisan, juga orang-orang yang berhak mendapatkannya.

Hasbi Ash-Ahiddieqiy mengemukakan pendapat tentang hukum waris, yaitu ilmu yang memberitahu siapa saja yang berhak menerima pusaka/warisan, orang yang tidak menerima warisan, serta kadar bagian yang diterima oleh tiap-tiap waris.

Nah, pengertian dari hukum waris Islam beda lagi dengan pengertian dari hukum waris adat. Pengertian hukum waris adat yaitu suatu proses perpindahan atau pengalihan harta kekayaan yang bersifat materil maupun immaterial yang dilakukan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya dengan tidak mengkhususkan bagian-bagian tertentu bagi para waris dalam sistem pembagiannya.

Sebenarnya pengertian hukum waris di atas hampir sama, karena sama-sama mengurus tentang perpindahan harta/warisan, hanya saja prinsip dan dasarnya yang berbeda antara hukum waris biasa, hukum waris Islam dan hukum waris adat.