Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Islam

Konsep ekonomi baik mikro dan makro telah berkembang sejak lama. Konsep ekonomi tersebut mencakup semua kegiatan ekonomi yang berjalan di kehidupan sehari-hari. Meskipun merupakan suatu konsep ekonomi, ada beberapa hal yang membedakan antara konsep ekonomi mikro dan makro yang dijalankan secara konvensional maupun dengan secara syariah atau Islam. Perbedaan konsep konvensional dan Islam tentu berpengaruh dalam penerapannya. Dalam artikel ini akan dibahas pengertian ekonomi mikro dan makro Islam sehingga Anda dapat memahami bagaimana perbedaan dan penerapannya dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.

pengertian ekonomi mikro dan makro

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro Beserta Contohnya

Ekonomi mikro dan makro memiliki perbedaan baik dalam pengertian dan cakupannya. Ekonomi mikro memiliki pengertian mencakup perilaku setiap individu pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan ekonomi. Setiap individu yang dimaksud di sini mencakup semua pelaku ekonomi baik itu konsumen, investor, pekerja, atau bahkan pemilik tanah. Dan setiap individu yang lain dalam kegiatan ekonomi dapat dikategorikan ke dalam perilaku yang dipelajari dalam ekonomi mikro. Bagaimana tiap individu mengambil keputusan dalam kegiatan ekonomi baik berupa alasan maupun bagaimana cara yang ia lakukan, semua dipelajari dalam ekonomi mikro. Hanya saja, dalam konsep ekonomi mikro Islam tentu memiliki perbedaan dengan ekonomi mikro konvensional.

Dalam konsep ekonomi mikro Islam segala sesuatunya dibatasi dan diatur dengan batasan-batasan Islam atau dengan ketentuan syariah. Salah satu contoh ekonomi mikro adalah investasi. Investasi juga dapat diartikan sebagai penanaman modal. Suatu kegiatan ekonomi dapat dikatakan sebagai investasi jika memenuhi beberapa hal yang merupakan bagian dari pengeluaran atau biasa disebut dengan pembelanjaan. Contohnya adalah pembelian suatu barang untuk modal atau untuk membangun suatu bangunan seperti rumah.

Pengertian ekonomi mikro dan makro Islam memiliki banyak macam dan pandangan dari beberapa pakar. Salah satu pakar ekonomi M. Umar Chapra menyebutkan bahwa ekonomi makro Islam dapat didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membantu upaya merealisasi kebahagiaan umat manusia melalui alokasi serta distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan. Dengan definisi yang tersebut, tentu dalam konsep ekonomi makro Islam akan memiliki perbedaan dalam praktiknya. Dengan dilandasi Islam dan hukum syariah, hal-hal yang bersifat menimbun harta seharusnya dapat dihindari.

Contoh dari kegiatan ekonomi makro Islam untuk menghindari adanya penimbunan harta adalah dengan melakukan beberapa langkah untuk pencegahannya. Salah satunya adalah dengan mengawasi dan mengelola jasa layanan masyarakat agar dikelola dan diawasi oleh negara secara langsung. Jasa layanan masyarakat yang menghasilkan keuntungan agar dapat tersalurkan secara efisien dan berjalan dengan baik.